• Telp+62 (21) 788 433 71
  • Email Seketariatsekretariat@rabithah-alawiyah.org
  1. Pages
  2. Hippa


Himpunan Pengusaha dan Profesional Alawiyyin Indonesia

 “Proyek Ambisius Saudagar Muda Minang”, demikian judul sebuah berita di salah satu situs media massa internet pada tahun 2008, yang memberitakan berdirinya perkumpulan para pengusaha muda asal Minang. Dengan membangun sinergi diantara para pengusaha asal Minangkabau yang tersebar di seluruh Indonesia, perkumpulan ini bertujuan untuk dapat membantu daerah tersebut agar bisa maju dan bertahan dari terpaan krisis ekonomi saat itu. Hampir serupa dengan semangat tersebut, pada tanggal 17 September 2011 yang lalu, bertempat di kompleks perkantoran Arkadia, Jakarta, telah dideklarasikan berdirinya Himpunan Pengusaha dan Profesional Alawiyyin atau HIPPA. Himpunan ini didirikan dengan tujuan untuk membuat jejaring diantara para pengusaha dan profesional, serta pemberdayaan generasi muda Alawiyyin di Indonesia, yang pada gilirannya nanti diharapkan dapat berimbas pada peningkatan kualitas hidup Alawiyyin secara umum.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Bidang Usaha, DPP Rabithah Alawiyah itu dibuka langsung oleh Ketua DPP, Bapak Zen bin Umar Smith. Hadir pula pada acara tersebut Bapak Dr. Ir. Fadel Muhammad, yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI, bersama dengan lebih dari 150 orang lainnya yang berasal dari kalangan pengusaha maupun profesional di berbagai bidang. Selain sambutan dan pemaparan tentang profil Rabithah Alawiyah yang disampaikan oleh Ketua DPP, acara diisi pula oleh dua pembicara lainnya, yaitu Bapak Dr. Ir. Fadel Muhammad dan Bapak Ustadz Ali Albahar. Acara dimulai pada pukul 19.00 yang diawali dengan makan malam bersama dan karena suasana yang begitu kondusif menyebabkan sebagian besar peserta masih bertahan hingga akhir acara sekitar jam 23.00, dengan sebelumnya ditutup oleh diskusi dan doa.

Pada pemaparan oleh Bapak Zen bin Umar Smith, terungkap bahwa walau selama ini memang sudah relatif banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Rabithah Alawiyah dalam upaya membantu keluarga besar Alawiyyin di Indonesia, tetapi harus diakui masih jauh dari harapan karena begitu kompleksnya permasalahan yang ada. Oleh karena itu, kehadiran HIPPA diharapkan akan dapat menjadi partner kerja DPP Rabithah Alawiyah dalam mengatasi sebagian persoalan di komunitas Alawiyyin khususnya dan Umat Islam Indonesia secara umum. Sementara itu, dalam presentasinya, Bapak Dr. Ir. Fadel Muhammad menekankan sekali pentingnya para pengusaha dan professional Alawiyyin untuk bersatu dan bersinergi guna bersama-sama membangun komunitas Alawiyyin agar dapat maju dan berkembang secara baik. Karena menurut beliau, sumber daya yang dimiliki oleh komunitas tersebut sangat besar dan merupakan sebuah kerugian jika tidak dioptimalkan. Oleh karena itu, beliau sangat mendukung sekali berdirinya HIPPA dan menyatakan kesediaannya untuk membantu. Senada dengan dua pembicara di atas, Ustadz Ali Albahar dalam tausiyahnya mengatakan bahwa kegiatan yang nantinya dilakukan HIPPA merupakan bagian dari mendapatkan kebaikan dunia yang pada akhirnya akan bermuara pada kebaikan akhirat.

Tidak lama setelah tanggal tersebut, sebagai langkah awal bagi pembentukan HIPPA yang sesungguhnya, telah dirumuskan oleh tim formatur yang terdiri atas lima (5) orang pengusaha dan profesional, visi, misi dan tujuan himpunan ini. Demikian pula dengan struktur organisasinya yang diharapkan akan diisi oleh orang-orang muda yang potensial dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan HIPPA dan komunitas Alawiyyin. Telah direncanakan bahwa sekitar bulan November atau Desember 2011, akan dilakukan Musyawarah Nasional (Munas) yang pertama di Jakarta dan untuk itu telah terbentuk kepengurusan sementara (Ad Hoc) yang terdiri atas Sdr. Achmad Umar Mulachela sebagai ketua dan dibantu oleh Sdr. Drs. Ismail Yahya Alaydrus, MM sebagai bendahara, serta Sdr. Dr. Husin Alatas sebagai sekretaris. Tugas utama dari kepengurusan sementara ini adalah menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan Munas mendatang. Diantaranya adalah melakukan pendataan dan penjaringan anggota melalui situs pertemanan sosial bagi profesional Linkedin, selain dengan cara konvesional melalui penjaringan orang ke orang yang dilakukan antara lain pada saat pendirian tanggal 17 Sepetember 2011. Hingga saat ini telah tercatat lebih dari lima puluh orang yang tergabung dalam situs tersebut, mulai dari profesional di bidang IT hingga pengusaha perkapalan. Melihat keragaman latar-belakang dan antusiasme tersebut, bukan tidak mustahil HIPPA suatu saat akan menjadi suatu kekuatan yang diperhitungkan di tengah masyarakat.

Dalam pesannya, ketua sementara HIPPA berharap agar semakin banyak pengusaha dan professional Alawiyyin yang bergabung dan dapat mengambil manfaat dari silaturahmi yang terjalin. Diutarakan olehnya, salah satu fungsi HIPPA nantinya adalah bertindak sebagai fasilitator bagi para anggota untuk dapat saling mengambil manfaat satu sama lain demi kepentingan bersama diantara para anggotanya, serta dapat membentuk usaha baru berdasarkan jalinan tersebut. Selain itu, beliau berharap agar HIPPA juga mengedepankan fungsi sosialnya dalam memberdayakan generasi muda Alawiyyin, melalui penyediaan lapangan kerja dan pelatihan-pelatihan seperti kewirausahaan dan lain-lainnya, serta membantu program-program yang diemban oleh Rabithah Alawiyah dalam mengangkat harkat dan martabat keluarga besar Alawiyyin.

Sebuah harapan kini telah lahir. Kekuatan kebersamaan merupakan keniscayaan bagi kita semua untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dan untuk meniti kehidupan dunia yang mampu memberikan kebaikan bagi kehidupan akhirat kelak. Semoga HIPPA, sesuai dengan tujuannya, dapat secara signifikan memberikan sumbangan bagi kemajuan kita semua. Untuk itu, dukungan dan peran serta semua pihak sangat dibutuhkan bagi keberhasilannya.